PROSES PENERBITAN

  • By admin
  • 11 November, 2013
  • Comments Off on PROSES PENERBITAN

Proses penerbitan buku akademik dibagi menjadi dua fase yang berbeda. Pertama, peer review dipimpin oleh editor yang akan menseleksi naskah (manuskrip) dan dikatakan diterima untuk diterbitkan bila artikel lengkap, disertai gambar-gambar yang berhubungan. Setelah peer review menerima, manuskrip aslinya akan dimodifikasi dan diberi komentar oleh reviewer, proses ini akan diulang sampai editor merasa puas.

Kedua, proses produksi, proses ini di bawah kontrol editor penerbit, yang akan meneruskan manuskrip melalui copyediting, typesetting; 

Copy editing (editor) akan melihat apakah artikel sudah sesuai dengan house style (gaya selingkung), berarti semua tanda-tanda baca dan penulisan sudah benar, tanpa adanya salah ucap dan eja. (Istilah editor diserap dari bahasa Inggris, sementara redaktur merupakan serapan dari bahasa Belanda, redacteur).

Typesetting akan melihat tampilan artikel; layout, bentuk huruf (font), heading dan lainnya. Kedua aktifitas ini bisa dilakukan diluar percetakan atau oleh percetakan sendiri, tetapi di AUP dilakukan di dalam perusahaan.

Penulis akan memeriksa dan membuat pembetulan pada setiap tahap proses produksi. Proof corection dilakukan dengan komentar tulisan (coretan) tangan oleh editor dan penulis secara manual. Selanjutkan diteruskan oleh proof reader diketik lagi menjadi versi yang sudah tidak ada coretan tangan. Setelah proses ini selesai, dilakukan persiapan pencetakan yang sebelumnya dilakukan dahulu penandatanganan Surat Perjanjian Penerbitan (SPP) antara percetakan dan penulis artikel.

PENERIMAAN DAN NEGOSIASI
Setelah manuskrip diterima, editor akan bernegosiasi untuk membeli hak cipta dan persetujuan besaran royaltynya. Penulis menjual hak ciptanya disesuaikan dengan besarnya luas pasar. Pada penerbitan buku, penerbit dan penulis juga harus menyetujui format penerbitan (disain, lay out dan bahasa).
TAHAP EDITORIAL
Setelah surat perjanjian penerbitan (SPP) disetujui secara tehnis payung hukum berlaku dan mengikat, penulis menyerahkan peningkatan kualitas manuskripnya dengan menulis kembali dan sedikit perbaikan dan pihak penerbit mengedit manuskrip. Penerbit mungkin mempertahankan in house style-nya, mengedit manuskripnya dan menyesuaikan gaya bahasa, gramatika dan penulisanya
TAHAP PRACETAK
Apabila teks terakhir disetujui, tahap selanjutnya ialah disain. Tahap ini ialah seni layout (tata letak). Pada penerbitan dikatakan seni, termasuk di dalamnya fotografi. Proses ini ialah menyiapkan manuskrip untuk dicetak melalui beberapa proses seperti; typesetting, cara menjilid buku, penentuan kualitas kertas, disain sampul,dan proof reading.

Comments are closed.